Kelebihan dan Kekurangan Concrete mixer

Diposting pada
Sobat pernah liat orang ngecor dengan molen biasa? 
pasti pernah dong.. misalnya ngecor jalan setapak,  jalan di kampung, rumah dll. 
mixer atau molen, atau masih ada namalain juga yaitu concrete mixer berfungsi untuk mencampur adukan bahan bahan komposisi cor. 
masi belum tahu? 
ni dia fotonya. 
Gambar : dir.indiamart.com
komponen utama dalam alat ini cuma mesin penggerak dan gentong mixer. 
membuat adukan beton dengan concrete mixer tidak bisa secepat pada batching plant. 
karena alat ini hanya dapat memenuhi pengecoran skala kecil saja. 
kapasitas produksi dengan concrete mixer pun tergantung dari kapasitas mixer pencampur dan lamanya penuangan bahan agregat dan semen yang semuanya dilakukan orang. 
Rumus Kapasitas Produksi Concrete mixer
kapasitas produksi concrete mixer dapat dihitung dengan rumus: (V x Fa x 60) / (1000 x Ts)
dimana:
V   = Kapasitas Alat (liter)
Fa  = Faktor Efisiensi Alat
Ts  = Waktu siklus = T1 + T2 + T3 + T4
T1 = Memuat (menit)
T2 = Mengaduk (menit)
T3 = Menuang (menit)
T4 = Tunggu, Dan lain-lain (menit) 
Contoh perhitungan Kapasitas Produksi Concrete mixer
Diketahui: V = 500 liter, Fa = 0,83, T1 = 8 menit, T2 = 4 menit, T3 = 2 menit, dan T4 = 3 Menit
maka:
Ts = T1 + T2 + T3 + T4 = 8+4+2+3 = 17 Menit
Kapasitas Produksi = (500 x 0,83 x 60) / (1000 x 17) = 1,465 m3
Setiap alat mempunyai kelebihan dan kekurangan, 
tak luput juga concrete mixer,  pasti ada kelebihan dan kekuranganya. 
kelebihan dari concrete mixer pastinya biaya produksi relatif rendah, mudah di operasikan karena tak perlu cari operator seperti batching plant, mudah di pindah pindah sehingga bisa langsung dekat dengan lokasi pengecoran. 
kekurangannya tidak cocok untuk pengecoran dengan volume besar,  kalo volume besar lebih baik dengan batching plant. 
sekian penjelasan mengenai concrete mixer,  untuk lebih jelasnya coba anda lihat mixer kecil disekitar anada aja ya hehe.. 
sekian semoga bermanfaat,  jangan lupa like comment dan share ya. 

Tinggalkan Balasan