Cara Tes Kuat Tekan Beton

Diposting pada
Gambar :ilmutekniksipil.com
Di jaman sekarang ini, material beton sering digunakan sebagai bahan utama membuat bangunan.  Seperti  jalan raya,  rumah,  dan infrastruktur lainya. 
Dalam beton juga ada berbagai tes untuk mengetahui kualitas matrial,  kuat tekan dll.  Kali ini kita akan bahas tes kuat tekan beton. 
Mungkin bagi kalian yang masih belum tahu tentang beton, dalam hati timbul pertanyaan? 
“Kuat tekan beton itu tujuannya untuk apa sih kok pake di tes segala ? “
Tes Kuat Tekan beton bertujuan untuk mengetahui berapa nilai kuat tekan beton agar beton yang nantinya digunakan sesuai dengan kebutuhan struktur yang sudah direncanakan. 
Trus caranya gimana? 
Sebelumnya harus ada alat penguji kuat tekan beton. 
Biasanya di ready mix ada bagian laboratorium yang berurusan dengan hal ini. 
Beton yang di tes bisa berbentuk  silinder dengan diameter ukuran 15 cm  dan tinggi 30 cm,  atau bentuk kubus 15 cm x 15 cm. 
Gambar : ilmusipil.com
Benda uji yang akan di buat uji tes kuat tekan harus di rendam dulu sebuah bak sesuai umur yang sudah ditentukan.
Untuk prosedur  bisa anda lihat dibawah ini! 
Ambil benda uji dalam bak perendam kemudian bersihkan dari kotoran yang menempel. Kemudian timbang dan catat berat benda uji yang akan dites. Letak kan pada alat pengetes kuat tekan secara sentris. Jalankan mesin pengetes dengan beban konstan 2kg/cm2 per detik. Lakukan pembebanan sampai benda uji hancur. Catat hasil beban maksimumnya. 
Benda uji yang sering digunakan biasanya k175, k225, k250, k300, k350, k400, k500 dll sesuai kebutuhan struktur bangunan yang digunakan. 
Perhitungan! 
Kekutan tekan beton :p/a(kg/cm2) 
P=beban maksimum. 
A=luas penampang benda uji. 
Nilai kuat tekan beton akan berbeda sesuai umur perendaman.  Misal 3,7,14,21 dan 28 hari. 
Bagi anda yang sekolah jurusan teknik sipil pasti tahukan? Kalau saya hanya otodidak sekedar tuntutan pekerjaan saja yang memaksa saya harus tahu beton. 
Nah maka dari itu jika dalam postingan saya ada yang salah, mohon koreksi dan saranya ya master? 
Bisa melalui komentar,  mari kita saling belajar bersama. 

Tinggalkan Balasan