Cara Pengujian, Perhitungan Kadar Lumpur dan Contoh Perhitungan Kadar Lumpur Dalam pasir atau agregat halus

Diposting pada
Gambar :ilmusipil.com 
Saat kita ingin membangun bangunan misalnya rumah, jembatan, jalan dll.  Tentunya dibutuhkan material yang bagus, baik agregat, semen dan bahan lainya.
Kali ini kita akan membahas tentang kadar lumpur dalam agregat halus atau pasir.
Ada beberapa pengertian tentang pasir, misal menurut  SK SNI S-04-1998-F,1989, ada beberapa syarat agregat halus.
Berikut syarat- syaratnya :
1.  Butir-butirnya tajam dan keras dengan Indeks Kekerasan ≤ 2,2.
2.  Kekal, tidak pecah atau hancur oleh pengaruh Cuaca (terik Matahari dan Hujan). Jika diuji dengan larutan Garam Natrium Sulfat bagian yang hancur maksimum 12%, dan jika diuji dengan Garam Magnesium Sulfat bagian yang hancur maksimum 10%.
3.  Tidak mengandung Lumpur lebih dari 5%, jika kandungan Lumpur pasir melebihi 5% maka pasir harus dicuci.
4.  Tidak mengandung Zat Organik yang terlalu banyak, yang dibuktikan dengan Percobaan Warna dengan menggunakan larutan NaOH 3%. Warna cairan diatas endapan pasir tidak boleh lebih gelap dari warna standar pembanding.
5.  Distribusi ukuran butiran pasir mempunyai Modulus Kehalusan antara 1,5 sampai 3,8 dengan variasi butiran sesuai Standar Gradasi pasir.
6.  Untuk beton dengan tingkat keawetan tinggi, Agregat Halus tidak boleh reaktif terhadap Alkali.
7.  Agregat Halus dari laut/pantai, penggunaannya harus dengan petunjuk lembaga pemeriksaan bahan-bahan yang diakui
Kalau menurut SNI 03-3976-1995
Pasir adalah Pasir Alam sebagai hasil desintegrasi secara alami dari batu, atau Pasir yang dihasilkan oleh Industri pemecah batu dan mempunyai Ukuran Butiran terbesar 5,0 mm.
Dari syarat yang nomor 3, dapat disimpulkan bahwa kadar lumpur dalam pasir tidak boleh lebih dari 5%. Kalau lebih pasir harus dicuci terlebih dahulu.
Nah sekarang mungkin anda sudah jelas ya tentang pengertian agregat halus dan syarat – syaratnya.
Terus bagaimana sih cara mengetes kadar lumpur dalam pasir ?
Nih dia caranya,
Peralatan yang dibutuhkan :
Gelas ukur.Sendok atau pengaduk.Alat pendukung tes kadar lumpur.
Bahan :
 Pasir yang diambil secara acak dari lapangan, pasir yang diambil dapat mewakili  keseluruhan apakah pasir tersebut layak digunakan atau tidak.
Langkah kerja :
Ambil pasir dan masukkan kedalam gelas ukur.Kemudian dilarutkan dengan air dan dikocok.Simpan ditempat datar dan biarkan lumpur yang nantinya akan mengendap dibagian atas, simpan selama 24 jam.Kemudian ukur tinggi  pasir dan tinggi lumpur.
Untuk perhitungan bisa anda lihat rumus dibawah ini :
Gambar : proyeksipil.blogspot.co.id 
Kadar Lumpur (%)  =  (A – B) / A x 100
Contoh !
Jika dari hasil Pengukuran diperoleh nilai A = 5,8 cm, dan nilai B = 5,7 cm, maka:
Kadar Lumpur (%) = (5,8 – 5,7) / 5,8 x 100
Kadar Lumpur (%) = 0,1 / 5,7 x 100
Kadar Lumpur (%) = 0,0175 x 100
Kadar Lumpur (%) = 1,75
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kadar lumpur dalam pasir lebih kecil dari standar SK SNI S-04-1998-F,1989  dan layak digunakan sebagai bahan bangunan. Langsung digunakan saja tidak usah dicuci terlebih dahulu.
Oke, sekarang apakah anda sudah mengetahui cara mengetes kadar lumpur pasir ? 
Jika anda sudah tahu,  berarti  anda mampu membaca dan mencerna artikel dari saya.  Sekiranya artikel ini bermanfaat, silahkan anda share ke rekan – rekan  anda dan jangan lupa like dan komentarnya. 

Tinggalkan Balasan