Tips Sebelum dan Sesudah Mengoperasikan Batching Plant

Diposting pada
Pada umumnya semua alat mempunyai prosedur atau tata cara untuk mengoperasikan kanya. Demikian pula dengan batching plant. 
Berikut ini merupakan  tips sebelum dan sesudah mengoperasikan batching  plant. 
Sebelum mengoperasikan batching plant, alangkah baiknya kita periksa atau cek alat terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi trobel lebih dini. Kalau trouble bisa diketahui lebih awal, maka proses produksi bisa di tunda terlebih dahulu guna keperluan perbaikan.
Terus apa saja yang perlu  di cek ? 
Pertama kita cek terlebih dahulu bagian kompresor atau tabung angin,  biasanya dalam tabung kompresor ada airnya. Kalau tidak dikuras, nantinya angin yang ke selenoid valve maupun ke silo bisa berpengaruh trouble di kemudian hari. Karena semen yang ada di dekat infus silo akan membeku dan membuat selang menjadi mampet. 
Selanjutnya kita nyalakan panel utama. Kita coba satu persatu, mulai dari tombol untuk menimbang dan tombol buang,konveyor, nyalakan mixer (batching plant wet), buka tutup pintu mixer (batching plant wet). 
Kalau pakai batching plant wet buka tutup pintu mixer harus benar-benar berfungsi dengan baik. Kalau tidak anda cermati hal ini, saat anda menemui trouble pada waktu produksi anda akan kebingungan. 
Seperti yang saya  alami dulu. Sebelum loading tidak aaya periksa, langsung nyalakan dan langsung produksi. 
Saat proses pencampuran berlangsung masih lancar. Ketika mau menuang haail adukan beton kedalam mixer. Tiba – tiba pintu macet,gak bisa dibuka, terus saya buka dengan cara manual, caranya dengan mematikan mode automatic. Terus tekan tuas pada hirolik pintu mixer untuk membuka ataupun menutup pintu mixer. Dari uraian yang sudah saya alami sendiri diatas, dapat disimpulkan  bahwa pentingnya pengecekan  alat sebelum digunakan. Setelah anda mencoba semua tombol dan sudah melakukan pengecekan, batching plant sudah siap untuk dioperasikan guna keperluan prosuksi. Alangkah baiknya lagi disediakan satu buah buku cek yang terdiri dari pengecekan alat sebelum dan sesudah digunakan. Jadi bisa membuat kita rajin mengontrol alat setiap hari. 
Setelah selesai beroperasi pun batching plant juga perlu di cek lagi.kalau batching plant dry mungkin tidak serumit batching plant wet. Kalau batching plant wet, selesai produksi kita akan langsung fokus ke bagian mixer nya. Kalau sampai tidak cepat dibersihkan kotoran dalam mixer bisa membeku. Mungkin itu saja artikel dari saya hari ini,  mudah-mudahan beemanfaat dan semoga menambah ilmu bagi anda semuanya. 

Tinggalkan Balasan