Pengalaman Menjadi Operator Batching Plant

Diposting pada
Sumber : dokumen pribadi
Selamat datang di blog sederhana saya ini,  ini adalah postingan pertama saya yang akan mengawali saya dalam belajar menulis. Blog ini saya buat bertujuan untuk sharing seputar pengalaman saya dalam dunia ready mix. Walaupun saya sendiri terbilang masih baru dan belum menguasai sepenuhnya dalam hal batching plant, nantinya apabila dari tulisan saya ada yang menurut anda yang sudah senior mungkin kurang tepat ataupun kurang benar tolong berikan saya masukan ataupun saran anda agar saya bisa introspeksi tulisan saya. Intinya kita saling belajar untuk menjadi lebih baik. 
Saya bekerja diready mix benar-benar dari nol, tanpa tahu ilmu dasar tentang beton. Dalam ready mix saya seperti berkebalikan dengan dulu saya sekolah. Saya dulu sekolah dijurusan otomotif,  sementara realita masuk pekerjaan harus berhadapan dengan beton. Awalnya sih ragu,  tapi lama kelamaan ya saya mulai belajar dan terus belajar.  Sampai sekarang pun juga masih terus mendalami tentang ready mix. Saya awal masuk ready mix mulai tahun 2013, waktu itu saya mencoba mendaftar di salah satu ready mix di jakarta. Awal masuk sebagai operator batching plant. Batching plant yang waktu itu saya operatori merupakan batching plant jenis wet. Kan jenis batching plant ada dua yaitu wet dan dry. Mengenai penjelasan jenis batching plant dan dry akan saya tulis di artikel saya selanjutnya. Di jakarta saya kurang lebih ada dua tahun mengoperatori batching plant wet,  walaupun kadang juga pegang dry. Selama dua tahun, suka duka di batching plant pun sangat terasa.  Karena waktu itu kondisi alat yang sering trouble. Saya belajar dan bisa di batching plant tersebut sering trouble. Kalau pas lagi trouble nih, saya coba otak atik sendiri. Walaupun ending nya kadang jadi kadang nggak, hehe. Untuk mendalami batching plant dari awal memang tidak mudah. Apalagi saya yang dari awal memang nol dalam hal ready mix. Batching plant yang saya operatori menggunakan otomatis dalam pengoperasianya. Kalo otomatis menggukan komputer untuk mengontrol batching plant. Sementara yang manual menggunakan tombol kombinasi saja. Jadi semua jari harus benar-benar lihai dalam hal ini. Karena harus dituntut gerak cepat, hehe. Selebihnya dari jakarta saya pulang ke jawa lagi dan saya mencoba bekerja di daerah dekat tempat tinggal saya. Kala itu saya merasa jenuh dengan ready mix. Karena pekerjaan di ready mix dulu saya gak ada libur. Adanya cuman cuti seminggu itu aja 3 bulan sekali. Saya waktu  itu kepingin cari pekerjaan yang hari libur bisa dirumah. Akhirnya saya masuk ke sebuah perusahaan karoseri bus di daerah magelang. Akan tetapi benar memang pekerjaan ada waktu liburnya namun tak seindah yang saya rasakan di ready mix. Justru di ready mix saya merasa lebih berkembang. Karena saya gak cuman di batching plant saja. Namun juga mendapatkan pengalaman bisa belajar wheel loader. Sementara kalo di pabrik lain mungkin kerjaanya monoton si, kalau menurut saya. 
Merasa jenuh dan bosan lagi akhirnya saya memutuskan untuk kembali lagi masuk ready mix. Baru setahun di karoseri akhirnya saya keluar lagi,  saya mencoba masuk di salah satu ready mix yang tergolong masih baru dan baru buka di daerah purbalingga. Waktu saya masuk dulu batching plant jenis wet. Kapasitas 2 m3 an. 
Selang 2 bulan, ada perbaikan batching plant. Semuanya di ganti baru. Kapasitas mixer 3 m3 an. Sehari produksi maksimal bisa 500 m3 an. Dalam operasinya batching plant yang saya gunakan ini dengan metode manual. Namun ada sedikit perbedaan.  Transfer semen dari silo ke timbangan semen menggunakan jenis airslide. Ini juga menambah ilmu lagi bagi saya. Karena kebanyakan batching plant menggunakan metode gravitasi dan screw di transfer semenya. Kurang lebih satu tahun di sini. Batchi plant bertambah satu lagi. Jenis batching plant dry, termasuk batching plant mobile sih, karena dapat denga mudah di pindah pindah. Batching plant ini diperuntukkan untuk wilayah banjarnegara. Disana saya sekitar 3 bulan menhoperatori batching plant ini. Dilengkapi dengan 1 silo mampu produksi  100 m3 an si sehari, tapi itu dah maksimal waktu itu. Karena kondisi jalan ke lokasi yang sulit dan jauh. Sekitar dua bulan disini saya kembali lagi ke purbalingga memakai batching plant yang lama. Ya beginilah suka duka di batching plant. Setelah 2 tahun saya keluar lagi dan saya mencoba masuk di salah satu ready mix berkembang di purworejo. Tapi disini saya tidak menjadi operator yang saya inginkan. Saya disini mencoba menjadi teknisi hehe. Saya ingin belajar lagi tentang beton dan belajar berkomunikasi dengan konsumen langsung. Ya kalo di ready mix yang masih berkembang kita tidak monoton terus di spesifikasi pekerjaan kita. Misal saya nih, teknisi. Tapi gak cuman pekerjaan teknisi saja yang saya kerjain. Ya kadang survei ya kadang bantu yang lain. Saya mempunyai sifat yang terbilang kalau bahasa jawanya usil dan nggratil lah hehe. Jadi diajari apa, insyaalloh ya langsung  bisa. Gak membutuhkan waktu lama. Ya walaupun masih dalam tahapan belajar, walaupun bukan dibidang nya insyaalloh kalau kita mau mendalami ya akhirnya akan bisa juga. Sekian artikel pembukaan dari saya, semoga dapat memotifasi anda yang sedang belajar ready mix. Diartikel saya selanjutnya saya akan menulis  tentang pengertian batching plant. 

One thought on “Pengalaman Menjadi Operator Batching Plant

Tinggalkan Balasan