Komponen-komponen Batching Plant

Diposting pada

komponen batching plant – Sesuai dengan janji saya di artikel sebelumnya, tulisan saya kali ini akan membahas tentang komponen-komponen batching plant. Bagi anda yang belum mengetahui pengertian batching plant bisa mengunjungi artikel saya sebelumnya tentang pengertian batching plant.

komponen-komponen batching plant,pengertian batching plant,harga batching plant,harga batching plant,jual batching plant,batching plant,harga concrete batching plant,fungsi batching plant,arti batching plant,pengertian asphalt mixing plant,fungsi concrete mixer truck, batching plant dry Batching plant operator batching plant wet cara mengoperasikan batching plant Pengertian batching plant

Seperti alat berat yang lainya, batching plant juga mempunyai komponen-komponen utama. Komponen-komponen batching plant tersebut adalah :

Bin matrial.
Bin Material atau coltbin berfungsi untuk menampung material baik itu aggregat kasar (split 1 2,2 3)dan aggregat halus (pasir) sebelum di timbang.
Dalam bin matrial ini ada yang namanya air shock yang berfungsi untuk membuka dan menutup bin saat matrial ditimbang. Ada juga saringan pasir atau skrin, yang berfungsi untuk menyaring pasir dari batu besar dan kotoran lainya. Dibawahnya ada timbangan matrial dilengkapi dengan konveyor.
Belt konveyor.
Konveyor berfungsi untuk mengantarkan matrial dari hopper ke dalam mixer (wet) atau truk mixer (dry). Penggerak konveyor menggunakan motor listrik, yang disambungkan dengan vanbelt atau rantai.
Timbangan.
Sebagai tempat penimbangan baik itu aggregat, semen, air dan obat.
Timbangan pada batching plant umumnya ada 3. Timbangan semen, aggregat, dan air. Kadang ada juga penimbangan untuk admixture atau additif.
Silo semen.
Silo semen berfungsi untuk menampung semen untuk keperluan produksi.
Untuk pengisian semen selang output dari mobil bulg masuk ke pipa pengisian.disamping silo bagian bawah biasanya ada saringan semen sebelum masuk kesilo. Untuk transfer semen dari silo kedalam timbangan semen saat menimbang. Ada 3 jenis :
Gravitasi.
Biasanya timbangan semen berada dibawah silo. Sehingga hanya dibutuhkan bilow saja sebagai tranfernya. Saat membuka katup butterfly semen langsung turun ketimbangan.
Screw.
Ini merupakan gigi ulir, tabung panjang yang dalamnya gigi ulir sebagai penghantar semen. Biasanya posisi silo lebih rendah dari timbangan semen. Sehingga bisa mentransfer semen dari bawah ke timbangan yang letaknya lebih tinggi.
Air slite.
Kalau yang ini menggunakan tekanan angin yang besar untuk mendorong semen dari silo ke timbangan.
Mixer. (batching plant wet).
Seperti yang sudah kita ketahui bahwa batching plant jenis wet dilengkapi dengan mixer tersendiri untuk mencampur beton. Di mixer terdapat dua buah poros yang dilengkapi dengan baling baling, yang berfungsi untuk mengaduk beton. Di bawah mixer ada pintu mixer yang berfungsi untuk membuka dan menutup beton yang akan dituang kedalam truk mixer.
Dosage pump.
Dosagepump berfungsi untuk menambahkan admixture seperti retarder.
Tempat penampungan air.
Yang berungsi untuk menampung air guna keperluan produksi.
Sekian artikel kali ini tentang komponen-komponen batching plant, semoga bermanfaat.
Apabila and abelum paham mengenai komponen-komponen batching plant , silahkan anda tanyakan di kolom komentar.

Tinggalkan Balasan